Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Demokrasi’



JUDUL BUKU: Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi
AUTHOR: Prof.Andi Faisal Bakti,Ph.D.,dkk.,Eds
PUBLISHER: Churia Press
HARGA JUAL: Rp45,000
ISBN/BAN: 978-979-15393-4-0
BULAN/TAHUN TERBIT: Maret 2012
CODE BUKU: 349004156
GROUP/KATEGORI: Book Non Fiksi
SUB GROUP: Politik
PANJANG x LEBAR BUKU: 15 x 20,5 cm
JUMLAH HALAMAN: xvi + 252 hal
DESAIN COVER: Busthomi Rifa’i
NAMA EDITOR:Muhamad Rosit
BERAT BUKU: 280gr
DISKRIPSI BUKU:
Sejak Reformasi bergulir tahun 1998, proses demokrasi di Indonesia tidak beranjak dari fase transisi. Dinamika yang terjadi justru menunjukan fragmentasi kekuatan politik yang tidak selalu memiliki agenda sama untuk mengonsolidasikan demokrasi. Kata kunci konsolidasi demokrasi terletak pada upaya merawat stabilitas dan persitensi demokrasi. Proses ini, menekankan pada pencapaian legitimasi yang kuat dalam ,sehingga semua aktor politik yang signifikan , baik pada level massa maupun elite mengembangkan kepercayaan satu sama lain untuk menopang demokratisi yang bisa dirasakan man-faatnya oleh rakyat indonesia. Semakin banyak warga negara tercerahkan, maka akan semakin memperbesar rasio attentive public dan memunculkan kaum elite baru yang memiliki perhatian pada politik pemberdayaan. Dalam konteks inilah, Pengarussutaman literasi politik menjadi sangat penting sebagai cara membuat warga negara menjadi efektif dalam kehidupan publik dan mendorong mereka agar aktif-partisipatif dalam memosisikan hak serta kewajibanya di tenggah kontestasi beragam kekuatan politik.
PEMESANAN langsung VIA SMS Diandra Distributor (CV. DIANDRA PRIMAMITRA MEDIA) HUB. 085712906056, 081229111727, Telp. 0274-485222, email: diandramitra@gmail.com (hari kerja)/ diandra.online@yahoo.co.id
pesanonline
BUKU INI JUGA DIDAPATKAN DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA

Read Full Post »


Pajak Negara Demokrasi dan 003Judul Buku: Pajak Negara Demokrasi dan Konsep dan Implementasinya di Indonesia

Penulis; Dr. Edi Slamet Irianto

ISBN: 979-9943-337

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Teras: xvi + 268 hal

Harga: 65.000, –

Penerbit: Laskbang Mediatama – 0274-7417494

Distributor: CV. DIANDRA PRIMAMITRA MEDIA

Telp. 0274-871159, 081578784085

Email: diandramitra@gmail.com

Blogs: https://diandrabooks.wordpress.com

FB: http://www.facebook.com/diandradistributor

DAFTAR ISI

Bab I: PENTINGNYA DEMOKRATISASI

PERPAJAKAN

Bab II: PAJAK, NEGARA DAN DEMOKRASI:

PENJELASAN TEORETIK

A. Pengantar

B. Demokratisasi Perpajakan: Penjelasan Teoretik

1. Menciptakan Masyarakat Demokratis

2. Pemikiran Demokratisasi Perpajakan

C. Menuju Demokratisasi Perpajakan

1. Desentralisasi Fiskal

2. Pajak sebagai Instrumen Demokratisasi

3. Demokratisasi Perpajakan

D. Negara dan Pajak: Beberapa Studi Empirik

Bab III:KEBIJAKAN FISKAL DAN

PENGELOLAAN PAJAK DI

INDONESIA

A. Pengantar

B. Kebijakan Fiskal dalam Konteks Negara Kesatuan …

C. Proses Penganggaran Negara (Pusat — Daerah) .

1. Sistem Penganggaran Negara

2. Relasi Antar-Aktor dalam Proses Penganggaran

Negara

3. Relasi Fiskal Pusat-Daerah di Indonesia

a. Relasi Fiskal pada Rezim Orde Lama

b. Relasi Fiskal pada Rezim Orde Baru

c. Relasi Fiskal pada Era Reformasi

D. Aktor Politik Perumus Kebijakan Perpajakan

1. Elite dan Birokrasi Perpajakan

2. Partisipasi Publik dalam Proses Kebijakan

Perpajakan

Bab IV: RELASI PERPAJAKAN PEMERINTAH

PUSAT-DAERAH

A. Pengantar

B. Formulasi Desentralisasj Fiskal

1. Inisiatif Gàgasan Kebijakan Desentralisasi

Fiskal

2. Formulasi Kewenangan Fiskal Pusat

3. Formulasi Kewenangan Fiskal Daerah

4. Partisipasi Rakyat dalam Formulasi Fiskal

C. Desentralisasi Fiskal dalam Hubungan Pusat

Daerah

1. Relasi Fiskal Vertikal

2. Relasi Fiskal Horizontal

D. Pajak dalam Desentralisasi Fiskal

1. Desentralisasi Perpajakan

2. Mendesentralisasikan Pajak

E. Model Pengelolaan Pajak

1. Dimensi Kelembagaan Pajak

2. Adrninistrasi Pengelolaan Pajak

F Taxing Power Sharing dalam Desentralisasi Fiskal

1. Desain Taxing Power Sharing

2. Dinamika Proses Taxing Power Sharing

a. Taxing Power Pemerintah Pusat

b. Taxing Power Pemerintah Daerah

Bab V: PAJAK DALAM RELASI NEGARA

DAN RAKYAT

A. Pengantar

B. Perdebatan Politik Kewenangan Perpajakan

1. Proses Distribusi Kewenangan

2. Kewenangan Perpajakan Pemerintah Pusat

3. Kewenangan Perpajakan Pemerintah Daerah

C. Orientasi Otoritas Perpajakan

1. Orientasi Struktural dan Kelembagaan

2. Orientasi Sosial dan Politik

D. Dimensi Politik Pajak

1. Pengatur Anggaran (Budgeter)

2. Regulator (Distribusi dan Alokasi)

E. Demokratisasi Perpajakan di Indonesia

1. Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi

2. Aksesibilitas pada Proses Kebijakan Perpajakan .

3. Partisipasi dalam Kewajiban Perpajakan

4. Komunikasi dan Preferensi Politik

Bab VI: PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BUKU BISA DI DAPATKAN DI:
1. TOKO BUKU GRAMEDIA
2. TOKO BUKU GUNUNG AGUNG
3. TOKO BUKU TOGA MAS
4. TOKO BUKU UTAMA / BOOK CITY
5. TOKO BUKU LEKSIKA
6. TOKO BUKU BBC
7. TOKO BUKU KURNIA AGUNG
8. TOKO BUKU SOCIAL AGENCY
9. TOKO BUKU ANDI STAR
10. TOKO BUKU URANUS
11. DLL


pemesanan:
085712906056 / 081229111727 / 0274 485222
email : diandramitra@gamil.com
diandra.online@yahoo.co.id
pesan

Read Full Post »


5144_107915308360_104638433360_1839504_7121276_nNama Majalah: PRISMA

EDISI: VOL.28 JUNI 2009

Tajuk: Senjakala Kapitalisme dan Krisis Demokrasi

Penerbit: LP3ES

Harga: 30.000,-

Distributor: Diandra Primamitra Media – 0274-871159, 088802744623, 081578784085

Setelah Satu Dasawarsa

sumber tulisan: majalah.tempointeraktif.com

Majalah Prisma terbit lagi. Menawarkan ruang dialog yang menyuburkan gagasan, dan lebih membuka diri untuk pemikir daerah.

Coba ketik ”majalah prisma” di mesin pencari Google. Langsung muncul informasi, ekonom Faisal Basri tertarik belajar ekonomi setelah membaca Prisma. Ini menunjukkan kuatnya pengaruh majalah keluaran Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) itu di masa jayanya, yaitu pada 1980-an. Dan masih banyak ”Faisal” lain. Sayang, peran itu memudar menyusul terpuruknya Prisma hingga stop terbit pada 1998.

Selama Prisma berhenti, para aktivis LP3ES menyimpan kegelisahan. ”Kami selalu merasa terteror,” kata Pemimpin Redaksi Prisma Daniel Dhakidae, setiap kali ditanya kapan Prisma terbit lagi. Akhirnya, ”teror” itu dijawab di Hotel Santika, Jakarta, 17 Juni lalu. Prisma terbit kembali. Edisi perdananya bertajuk ”Senjakala Kapitalisme & Krisis Demokrasi”. Majalah setebal 120 halaman itu terdiri atas sembilan tulisan dan petikan dialog dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Kembalinya Prisma ini sebenarnya sudah menjadi buah obsesi bertahun-tahun. Salah satunya karena kurangnya ruang debat publik yang mendalam dan melampaui lintas batas. Hingga setahun lalu, proposal final format Prisma baru dirumuskan. Beberapa perguruan tinggi ditawari kerja sama, tapi gagal. Akhirnya terbentuklah konsorsium kecil untuk mengelolanya, dengan modal sepenuhnya dari dalam negeri. ”Dulu Prisma muncul karena tidak ada jurnal, sekarang muncul lagi karena kebanyakan forum debat,” kata Daniel.

Dulu Prisma memang satu-satunya jurnal sosial ekonomi. Saat awal terbit pada November 1971, Prisma menjadi majalah dwibulanan setebal 52 halaman. Setahun kemudian menjadi 92 halaman. Dari terjual sekitar 1.000 eksemplar, lima tahun berlipat menjadi 6.500 eksemplar. Prisma lalu menjadi majalah bulanan.

Pada edisi Agustus 1977, bertajuk ”Manusia dalam Kemelut Sejarah”, Prisma mencatat penjualan terlaris, hingga 25 ribu eksemplar. Di dalamnya ada biografi sejumlah tokoh kontroversial di masa itu, seperti Soekarno dan Tan Malaka. Pada edisi lain, ditampilkan pula tokoh kontroversial seperti C. Simanjuntak, Kartosuwiryo, dan Oerip Soemohardjo.

Prisma juga menerima tulisan dari mantan tahanan politik Pulau Buru, kecuali Pramoedya Ananta Toer karena terlalu frontal. Tapi itu sudah cukup membuat penguasa Orde Baru gerah. Pada 1983, penggiat Prisma, seperti Ismid Hadad, Dawam Rahardjo, dan Daniel Dhakidae, diinterogasi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dengan tuduhan menghidupkan kembali komunisme.

Prisma mulai terpuruk pada 1990-an. Terimbas krisis, jadwal terbit tidak teratur dan tiras melorot hingga 400 eksemplar. Edisi November 1998 menutup kehadiran Prisma. Dalam buku kenangan 30 tahun LP3ES, Daniel berkelakar: Orde Baru mati, Prisma mati. Selesai pula tugasnya mengkritik.

Prisma baru punya gaya baru. Selain tetap kritis, Prisma baru menyediakan ruang lebih besar untuk pemikir-pemikir daerah. Terlihat dalam edisi perdana ada laporan soal Aceh yang ditulis M. Rizwan H. Ali dan Nezar Patria—keduanya asli Aceh. ”Harus disadari orang daerah yang tahu persis daerahnya,” kata Daniel.

Mengimbangi gerak zaman, Prisma juga akan tampil online. ”Agar mudah diakses banyak orang,” kata Daniel. Sedangkan periode terbitnya tiga bulan sekali, paling cepat nantinya dua bulan sekali, tak akan mengulang menjadi bulanan. ”Takut mengorbankan kualitas,” kata Daniel.

Tentu saja banyak kalangan menyambut kembalinya Prisma. Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri, misalnya, berharap Prisma bisa menyumbangkan bacaan berkualitas. Deputi Direktur Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi Agus Sudibyo, yang menjadi salah satu penulis edisi ini, berkata senada. ”Prisma sangat dibutuhkan dalam situasi krisis intelektual sekarang,” ujarnya.

Dia mengingatkan, pengelola harus memberikan perhatian serius pada sisi bisnis. ”Di dunia media, membuat produk bagus adalah satu hal, tapi pekerjaan nonproduksi adalah hal lain yang sama penting.” Barang bagus tak laku jual bisa cepat gulung tikar.

Harun Mahbub

sumber tulisan: majalah.tempointeraktif.com

MAJALAH PRISMA DAPAT DIDAPATKAN DI:

1. TOKO BUKU GRAMEDIA

2. TOKO BUKU GUNUNG AGUNG

3. TOKO BUKU TOGA MAS

4. TOKO BUKU SOCIAL AGENCY

5. TOKO BUKU LEKSIKA

6. TOKO BUKU URANUS

7. TOKO BUKU DI KOPMA-KOPMA KAMPUS

8. AGEN KORAN/MAJALAH DLL

pemesanan:
085712906056 / 081229111727 / 0274 485222
email : diandramitra@gamil.com
diandra.online@yahoo.co.id
pesan

Read Full Post »

%d bloggers like this: