Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009


JUDUL BUKU : PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAAN SISWA
PENULIS : Ign. Gatut Saksono
ISBN :
CETAKAN : I, Oktober 2008
PENERBIT : Rumah Belajar Yabinkas
Jl. C. Simanjuntak 8
GK. V / 380 Yogyakarta 55223
Telp. (0274) 588605
HARGA : 27.500,-

KATA PENGANTARA BUKU
Carut marut pendidikan di Indonesia telah menjadikan keprihatinan penulis. Sebagai orang yang pernah terlibat aktif sebagai guru dan dosen tidak ingin tinggal diam melihat degradasi pendidikan yang sedang melanda bangsa ini. Salah satu keprihatinan tersebut adalah nasib siswa atau anak didik kita yang bukan hanya bahan obyek pendidikan tetapi juga kesempatan untuk meraih cita-citanya banyak mendapat hambatan akibat sistem pendidikan kita.
Pendidikan telah bergeser dari cita-cita semula yang telah diamanatkan oleh konstitusi untuk mencerdaskan bangsa. Ia semata-mata menyiapkan siswa untuk terjun ke dalam “pasar”. Itu pun sulit dicapai, pendidikan gagal menjadikan anak yang handal, mampu bersaing masuk pasar bebas. Mau dikemanakan anak didik kita?
Buku ini hadir dengan menyumbangkan wacana dari para ahli dan pemikir pendidikan seperti Ivan Illich, Paulo Freire, Ki Hadjar Dewantara, Mangunwijaya, Ahmad Dahlan, dll. Kami berharap kehadiran buku ini akan disambut oleh para pelaku dan peduli pendidikan di tanah air.
Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang membantu terbitnya buku ini, terutama kepada Rumah Belajar Yabinkas yang telah bersedia menyunting dan menerbitkan naskah saya hingga menjadi buku.
Terima kasih juga saya ucapkan kepada beberapa perpustakaan, Dinamika Edukasi Dasar, Perpustakaan Taman Siswa, dan Yabinkas, sehingga penulis bisa mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah menjadi buku ini.
Demikian pula terima kasih saya ucapkan kepada istriku Bernadeta Sri Supadmi Hartanti dan anakku Agatha Gitty Chrisna Wisuda Wardhani yang telah mengijinkan suami/bapaknya bekerja keras, kurang memberi waktu kepada keluarga demi kesibukan menulis naskah. Tanpa dukungan pengertiannya mungkin penulis tidak bisa menyelesaikan buku ini dengan segera.
Terakhir terima kasih juga saya tujukan kepada Bapak Suradi, yang telah berbulan-bulan membantu penulis mengetik naskah tulisan tangan, mengoreksi ketikan di komputer dan sebagainya. Tanpa ketelitian dan kesabarannya tidak mungkin naskah ini dapat selesai dengan memuaskan.
Tanggapan baik lisan maupun tertulis dari pembaca sangat kami harapkan. Semakin banyak wacana yang masuk akan semakin baik bagi iklim dialog pendidikan di Indonesia dan rencana penerbitan ulang.

Dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat anda:
1. Gramedia
2. Gunung Agung
3. Karisma
4. Utama
6. Toga Mas
7. Social Agency

Ato Pemesanan langsung hub.
CV. Diandra Primamitra Media
Pusat: JL. Mlati Bo.171 Sambilegi BAru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-485222 (Up. Nurul)

Ongkos Kirim Tanggung Pemesan.
SMS Online: 085712906056 / 081229111727
pendidikan-memerdekakan

Read Full Post »


psikoedukasi3JUDUL BUKU : MERANCANG PROGRAM DAN MODUL PSIKOEDUKASI
PENULIS : A. SUPRATIKNYA

ISBN : 978-979-1088-25-1

EAN : 9-789791-088251

CETAKAN : I, 2008

PENERBIT : USD PRESS

HARGA : 52.000,-

Sekilas Tentang Buku:
Salah satu kompetensi psikolog sebagai profesional helper adalah meberikan layanan konsultasi dan pendidikan. Kompetensi ini sesunggahnya mencakapu dua sub kompetensi yang berbeda yaitu memberikan konsuiltasi dan menyelenggarakan psikoedukasi. Dalam kurikulum pendidikan calan psikolog, khususnya sejak jenjang program pendidikan Sarjana Psikologi, kedua subkompetensi tersebut sebaiknya dipelajari dalam dua mata kuliah yang berbeda.
Dalam dua tahun terakhir penulis mengampu mata kuliah Psikologi Konsultasi pada program studi S-1 Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Mata kiluah ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa dengan komptensi dasar dalam bidang layanan konsultasi dan psikoedukasi. Mengingat ranah ini komptensi tersebut sangat luas sebagaimana disinggung di atas, sedangkan sebagai mata kuliah hanya diberikan bobot wajar alias kecil yaiut 2 SKS dan 2 JP, maka penulis merasa perlu membuat pilihan membatasi isinya antara konsultasi atau psikoedukasi.
Pilihan jatuh pada psikoedukasi karena dua alasan. Pertama, kendati tidak persis sama, aspek-aspek dasar kompetensi konsultasi juga dikembangkan dalam kelompok mata kueliah KOnseling yang suda tercakup dalam kurikulum S-1, Program Studi Psikologi. Kedua, dari hasil pengamatan di dalam maupun di luar kelas, penulias menjadi yakin mahasiswa perlu dibantu menguasai aneka prinsip dan strategi dalam merencanakan dan menyelenggarakan program psikoedukasi di berbagai lingkungan kehidupan khususnya lingkungan pendidikan formal., industri atau organisasi dan komunitas atau masyarakat.

ISI BUKU:
BAB I: PENDAHULUAN
A. Peran Psikolog
B. Sifat Bantuan yang Diberikan
C. Jenis Klien yang Dibantu
D. Aneka Kompetensi Psikolog
BAB II: DARI KONSELING KE KONSULTASI
A. Konseling, Psikoterapi, dan Konsultaso
B. Aneka Peran Konsultasi
C. Aneka Ketrampilan Konsultasi
D. ANeka Tahap dalam Proses Konsultasi
BAB III:
A. Alasan Berkembangnya Psikoedukasi
B. Makna dan Cakupan Psikoedukasi
C. Tiga Wilayah Layanan Psikoedukasi
BAB IV: MODEL PENGEMBANGAN PROGRAM PSIKOEDUKASI
A. Model Skill-Deficit atau Life Skills
B. Pendekatan Perkembangan
BAB V: MODEL PEMBELAJARAN LIFE SKILLS
BAB VI: BEBERAPA METODE KHAS PEMBELAJARAN EKSPERIENSIAL
BAB VII: MENYUSUN PROGRAM PSIKOEDUKASI
BAB VIII: MENYUSUN MODUL
BAB IX: EVALUASI PROGRAM PSIKOEDUKASI

Dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat anda:
1. Gramedia
2. Gunung Agung
3. Karisma
4. Utama
6. Toga Mas
7. Social Agency

Ato Pemesanan langsung hub.
CV. Diandra Primamitra Media
Pusat: JL. Mlati Bo.171 Sambilegi BAru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-485222 (Up. Nurul)

Ongkos Kirim Tanggung Pemesan.
SMS Online: 085712906056 / 081229111727
(Up. Yusuf)

Read Full Post »


sang-penghadang

JUDUL BUKU: Sang Penghadang
PENULIS : Taufiq Tan

PENERBIT : Manhaj

ISBN : 979-182280-8

HARGA : 39.000,-

Resensi:

Membongkar Selubung Fundamentalisme Radikal

SANG PENGAHADANG

Pascaperistiwa WTC 11/09 tahun 2001 terorisme (irhabiyyun)
ramai dibicarakan. Sebagian kalangan menuding itu ulah radikal jaringan
fundamentalis agama Islam. Polemik yang sensitif ini sering menyulut reaksi berbagai
kalangan karena menyangkut keyakinan.

Fundamentalis yang dianggap melakukan kekerasan
(baca: radikal) itu tak hanya ada dalam Islam, tetapi juga dalam Kristen, Hindu,
Yahudi, ataupun Budha. Hampir setiap agama memiliki kelompok fundamental yang
dapat menjadi ancaman perdamaian kehidupan manusia, jika dianggap radikal. Sebab
itulah, kelompok ini merujuk pada konotasi negatif yang bercirikan reaksioner,
bukan aksioner.

Munculnya beberapa kelompok dalam
Islam seperti Khawarij, Syiah, Mu’tazilah dan sebagainya sejak Khulafaurrasyidin
merupakan bukti reaksi radikal yang berakar dalam sejarah. (Tarmizi Taher dkk. 2004: 77).

Dalam Kristen, kelompok ini muncul
akibat reaksi modernisme dan perkembangan lembaga gereja yang dianggap
terkontaminasi oleh unsur-unsur buruk dunia, pandangan liberalistik,
intelektualistik. Lantas, menurut Eddy Kristiyanto, mereka cenderung eksklusif,
separatis, dan sektarian, yang hanya menginterpretasikan sumber agama (injil)
secara letterlijk semata. Mereka lebih agresif dalam menyebarkan agama
demi mendapatkan kuantitas pengikut dan berupaya agar orang lain berpindah
agama dengan segala cara ditempuh untuk traktat keagamaan mereka.

Demi mengukuhkan identitas dan eksistensinya
mereka mengklaim (truth claim) agama dan kelompoknya yang paling
benar. Apakah ini ajaran agama yang katanya cinta damai atau hanya
kebencian doktrinal yang menjadi “radikalisme” semata?

Pembenaran atau Kebenaran

Sebagaimana buku “Aku Melawan
Teroris: Sebuah Kedustaan atas Nama Ahlussunnah” karya Abu Hamzah Yusuf
Al-Atsary, yang memandang radikalisme sebagai pembenaran atas aksi yang
mengatasnamakan agama, buku “Sang Penghadang” karya Taufiq Tan ini pun mencoba mengungkap
selubung di bawah permukaan yang kelihatannya tenang, ternyata ada kekerasan
atas nama agama (radikalisme religius) di sana.

Tan memotret kehidupan seorang
lelaki yang menghadapi frustasi ekonomi dalam menyelesaikan kuliah, karena
keluarga yang tak mampu. Akhirnya Muhammad Raehan—nama lelaki itu—memutuskan Murtad, dibaptis dengan
nama Stefanus Rae, lalu dibantu Romo mendapatkan gelar ST, berpredikat cumlaude.
Meski terusir dari keluarga dan tidak diakui sebagai anak oleh orang tuanya,
bagi Steff ini sebuah pilihan tepat masuk ke dalam ‘selubung’ untuk menggagalkan
misi-misi doktrinal “Master Plan 2020: Kristenisasi Indonesia” dengan
membocorkan setiap misi kepada panglima Asaad Ali. Bukan hal mudah ia lakoni
semua ‘pengkhianatan’ ini. Pada saatnya sang tupai pun terjatuh dan topeng itu
pun terkuak. Jendral Mardoni, sang pemimpin project, menerima rekaman gambar
dari anak buahnya bahwa Steff sedang sholat malam di kamar dengan lampu padam dan
terjawab sudah kecurigaan atas misi-misinya yang gagal. Sang jenderal murka,
lalu ia menghabisinya.

Dramatis, untuk sebuah jawaban
atas stigma negatif kepada Islam. Sebuah karya yang mengukuhkan kekerasan atas
nama agama memang sebagai ancaman bagi kedamaian umat manusia. Lengkap dengan
setting politik nasional yang melengkapi ‘luka-luka’ agama di negeri ini;
Peristiwa 1998, tragedi Ambon, gejolak politik di Lombok, pemekaran wilayah di
Papua, Maluku Utara, Kupang, Flores, dan sebagainya.

Mencengangkan, kekerasan akibatkonflik selama
ini terjadi yang membakar dan memadam tanpa sebab. Ada sesuatu di balik itu.

Karya propokatif ini menarik untuk dibaca siapapun
yang ingin mengetahui kehidupan di baliknya. Sayangnya, pemaparan Tan terkadang
melompat dan membuat anda bingung. Dimana mendaratnya sebuah kata? Ini fiksi
atau fakta?

Entah benar atau tidak, kisah Steffanus
Rae, Sang Penghadang ini? Yang jelas, tak ada kebenaran objektif yang bebas
nilai. Habermas pernah menegaskan bahwa penekanan atas kepentingan adalah
kepentingan itu sendiri. Walau kadang kita tak bisa membedakannya. Kebenaran
atau pembenaran? Wallahu a’lam bis shawab.

Resensor: M. Fathoni

Mahasiswa Sastra UAD Angkatan 2005

Dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat anda:
1. Gramedia
2. Gunung Agung
3. Karisma
4. Utama
6. Toga Mas
7. Social Agency

Ato Pemesanan langsung hub.
CV. Diandra Primamitra Media
Pusat: JL. Mlati Bo.171 Sambilegi BAru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-485222 (Up. Nurul)
pesan
Ongkos Kirim Tanggung Pemesan.
SMS Online: 085712906056 / 081229111727
(Up. Yusuf)

Read Full Post »


39728 Judul Buku: Rahasia Kekayan Yahudi
Penulis : Fasial M. Sakri
ISBN : 978176841-X
Cetakan I : Mei, 2008
Harga : 26.000,-
Penerbit : Bale Siasat
Jl. Tasura No. 31 Maguwoharjo, Depok, Sleman

Sekilas Tentang Buku:
Orang-orang Yahudi banyak yang menjadi pengusaha dan pebisnis besar karena antara lain menguasai sektor keuangan dan perbankan. Mereka sejak dulu menjalankan sistem-sistem perekonomian berbasis bunga(riba).
Riba merupakan inovasi terbesar yang pernah diciptakan oleh Yahudi. DI lain pihak, penerapan riba juga merupakan cikal bakal malapetaka umat manusia hingga sekarang, namun sangat menguntungkan segelintir manusia serakah. Uang telah disalahtafsirkan menjadi sekesar lembaran kertas yang tak bernilai.
Dalam perpektif budaya, berbeda dengan kultur Helenisme(Yunani) yang didasarkan atas sendi-sendi pemikiran dan penalaran rasional, Hebraisme (Yahudi) didasarkan pada sesuatu yang irasional yaitu bentuk-bentuk keimanan tertentu yang telah diwujudkan selama berabad-abad dalam kehidupan praktis mereka. Jika kebudayaan Yunani mengajarkan penghargaan yang tinggi terhadap intelejensia dan etika, maka kebudayaan Ibrani menekankan kegairahan bekerja sehingga mencapai hasil maksimal walaupun harus mengabaikan norma-norma moral dan etika.
Tentu Saja tidak smeua orang Yahudi melakukan praktik buruk seperti itu, Tetapi pemungutan bunga tinggi atau riba dalam sistem simpan pinjam uang yang dijalankan oleh para pedagang Yahudi kemudian ditranformasikan de dalam sistem perbankan modern. Di tingkat ini pula keapitalisme mendapat pijakannya yang kuat. Apalagi sistem kapitalisme itu digerakkan oleh kekuatan irasional sehingga lahirlah ketamakan.
Buku ini memberikan gambaran tentang latar belakang kehidupan dan kekayaan orang-orang Yahudi. Dengan melihat sejarah, watak dan prilaku ekonomi mereka maka kita akan mengtahui sejulah alasan yang menjadikan mereka sebagai penguasa kekayaan dan perekonomian dunia saat ini. Tentunya dari situ pula kita bisa menghindari keburkan dan sfiat serakah yang bisa muncul dalam pengelolaan harta serta ekonomi.

Daftar Isi:
Bab.1 : Sekarah Yahudi
Bab.2 : Orang-orang Kaya Berdarah yahudi
Bab.3 : Yahudi Menguasai Ekonomi Dunia
Bab.4 : Prinsip Bisnis ala Yahudi
Bab.5 : Kenapa Yahudi bisa Kaya?
Daftar Pustaka
Lampiran:
Daftar Orang-orang Terkaya Berdarah Yahudi

Dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat anda:
1. Gramedia
2. Gunung Agung
3. Karisma
4. Utama
5. Wali Songo
6. Toga Mas
7. Social Agency

Ato Pemesanan langsung hub.
CV. Diandra Primamitra Media
PPusat: JL. Mlati Bo.171 Sambilegi BAru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-485222

Ongkos Kirim Tanggung Pemesan.
SMS Online: 085712906056 / 081229111727

Read Full Post »


melacak-yaudi1

Judul Buku: Melacak Yahudi di Indonesia
Penulis : Fasial M. Sakri
ISBN : 978-1768-48-4
Cetakan I : Desember, 2008
Harga : 27.500,-
Penerbit : Bale Siasat
Jl. Tasura No. 31 Maguwoharjo, Depok, Sleman

Sekilas Tentang Buku:
Yahudi tidak menyakai bangsa yang lain karean mereka merasa dirinya sebagai bangsa pilihan TUHAN. Iutlah sebabnya Yahudi selalu berusaha menghancrukan kesejahteraan umat manusia, juga merusak kehidupan politikm ekonomi, sosioal dan budaya di negara-negara yang mereka tepai. Tentu saja dalam hal ini termasuk Indonseia.
Orang-Orang Yahudi memasuki Indonesia sejak zaman Kolonialisme Belanda. Memang tidak mudah untuk melacak jejak Yahudi di Indonesia,apalagi gerakannya seangat rahasia. Peran-peran bawah tanah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Yahudi telah menjadikan gerakan mereka sulit diidentifikasi secara nyata. Namun demikian, dalam kasus di Indonesia, jejak-jejak gerakan Yahudi itu bisa dilihat dari beberapa bukti. Misalnya eksitensi maskapai perdagangan di Hindia Belanda yaitu VOC (Verebigde Oost Indische Compagnie), Boedi Oetomo, Loji-loji di beberapa kota dan sebagainya.
Aktivitas orang-orang Yahudi juga sangat halus dan berkedok kegiatan sosial dan kemanusiaan. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas, yaitu meniadakan umat lain. Mereka ingin menjadi kaum yang menguasai dunia dengan menghancurkan bangsa lain. Pada Masa sekarang, aktivitas mereka juag dilakukan melalui sejumlah lembaga internasional, termasuk Internasional Monetary Fund (IMF). Tak heran jika orang-orang Yahusi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan pembangunan di Indonesia selaras dengan program besara mereka.
Buku ini memberikan gambaran tentang eksistensi Yahudi di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Termasuk sejumlah rencana, cara, organisasi dan populasi mereka di negeri ini. Semoga Buku ini bisa menjadi sarana bagi kita untuk menykapi persoalan Yahudi dan Zionisme secara proposional.

Datar Isi:
Bab I: Orang-orang Yahudi di Indonesia
a. Kominitas Yahudi di Jakarta
b. Komunitas Yahudi di Surabaya
c. Komunitas Yahudi di Bandung
Bab II: Freemasonry di Indonesia
a. Freemasonry di Asia Tenggara
b. VOC
c. Gerakan Teosofi
d. Freemasonry dan Boedi Oetomo
Bab III: Bisnis Yahudi di Indonesia
Bab IV: Yahudi dan Zionisme Israel:
a. Kontroversi di Indonesia
b. Bantuan Kemanusiaan
c. Isu tentang Gus Gur
d. Rotary Club
c. Lians Club
Lampiran
Sosok Penting Yahudi di Indonesia
Daftar Pustaka

Dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat anda:
1. Gramedia
2. Gunung Agung
3. Karisma
4. Utama
5. Wali Songo
6. Toga Mas
7. Social Agency

Ato Pemesanan langsung hub.
CV. Diandra Primamitra Media
Pusat: JL. Mlati Bo.171 Sambilegi BAru Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-485222 (Up. Nurul)
pesan
Ongkos Kirim Tanggung Pemesan.
SMS Online: 085712906056 / 081229111727

Read Full Post »

%d bloggers like this: