FILOSOFI WAHYU KERATON (Rahasia Dibalik Cerita, Simbolis, & Lembang Keraton Jawa)

26 November 2009 at 12:42 | In Buku Terbaru, Katalog Buku | 2 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

JUDUL BUKU: FILOSOFI WAHYU KERATON (Rahasia Dibalik Cerita, Simbolis, & Lembang  Keraton Jawa)

PENERBITl: SAHABAT

PENULIS : AM. HADISIWAYA

ISBN: 979-029-281-3

TEBAL: xii + 304 HAL

UKURAN: 15 X 20.5 CM

HARGA: 49.000,-

KATEGORI: FILSAFAT/SEJARAH/SOSIAL

TAHUN TERBIT: NOVEMBER, 2009

DISTRIBUTOR TUNGGAL:

CV. DIANDRA PRIMAMITRA MEDIA

0274-871159, 021-8508801, 031-5928869, 088802844621, 088802844622, 088802844623, 088802844624

Email: diandramitra@gmail.com

Sinopsis:

Filosofi Wahyu Keraton ini berisi ungkapan rahasia dibalik cerita, simblois, dan lambang Keraton jawa. Diwarnai cerita tutur dan cariyos-cariyos zaman dahulu, sejak Prabu Dewata Cengkar yang konon menurunkan raja-raja di tanah Jawa. Dalam kaitan suksesi Keraton Solo yang berkepanjangan hingga lima tahun berjalan oleh dua raja yang bergelar Paku Buwono XIII dan kisah terbukanya cerminan “Serat Damarwulan” yang disusun kembali oleh Sunan Bonang untuk kepentingan Pangeran Puger, kelal bergelar Paku Buwono I.

Tentang apa dan bagimana kisah tokoh “Darmawulan’ di Keraton Solo pascamangkatnya Paku Buwono XII (2004), serta apakah terkait dengan arti yang tersirat dalam lambang keraton itu? Mungkinkah wahyu keraton itu masih ada di antara para kerabat, tetapi tidak berada pada loingkugnan dua raja pemangku budaya sekarang? Mungkinkah masih berada pada sumbernya di lingkungan keturunan Paku Buwono X yang juga menyandang gelar Putra Mahkota?

Dikabarkan pula, bahwa benda-benda pusaka Keraton Solo itu hilang, entah mengapa bisa terjadi. Saat ini Keraton Solo mungkin harus bercermin diri, karena sesungguhnya Paku Buwono XII juga berharap menjadi “Sinuwuj Wekasan”. Apa wahyu Keraton Solo juga ikut hilang bersamaan dengan itu? Apakah bisa dicari dan dibuktikan benda pusaka pemedang kewenangan itu?

Buku ini merupakan hasil kajian Filosofis terkait lambang keraton Jawa, yang berisi konsep “Ratu-Binathara” dan bersumber atas kitab “Jitabsara” yang menyinggung Wahyu Keraton. Adanya tutur “Wahyu Kelapa” Kyai Ageng Pemanahan dan Kyai Ageng Giring, juga peran Kyai Ageng Sela sebagai leluluhur raja-raja Mataram, serta bersumber pula atas Wahyu Keraton Majapahit. Telaah buku ini belum pernah di publikasikan, karenanya menjadi pembuka tabir utama rahasia Wahyu Keraton yang biasanya hanya disandang oleh seorang Putra Mahkota.

DAPATKAN BUKU INI DI TOKO BUKU TERDEKAT, SEPERTI GRAMEDIA, GUNUNG AGUNG, UTAMA/BOOKS CITY, TOGA MAS, SOCIAL AGENCY, URANUS DLL

NAMA-NAMA KEBERUNTUNGAN (KAWI, JAWA, SANKSEKERTA)

10 November 2009 at 13:32 | In 5584 | Leave a Comment
Tags: , , , ,

nama membawa keberuntungna014JUDUL BUKU: NAMA-NAMA KEBERUNTUNGAN (KAWI, JAWA, SANKSEKERTA)

PENULIS : MONICA SARA

PENERBIT: VIVO PUBLISHER

ISBN: 978-979-25-0435-8

TEBAL: 271 HAL

UKURAN: 11.5 X 17.5 CM

HARGA: 35.000,-

DISTRIBUTOR TUNGGAL:

CV. DIANDRA PRIMAMITRA MEDIA

0274-871159, 021-8508801, 031-5928869, 088802844621, 088802844622, 088802844623, 088802844624

Email: diandramitra@gmail.com

DAFTAR ISI:

  1. TRADISI SELAMATAN KEHAMILAN SAMPAI MELAHIRKAN
    1. Selamatan orang hamil
    2. Selamatan Tingkeb
    3. Selamatan saat bayi menjelang lahir
    4. Selamatan Ibu melahirkan
    5. Selamatan setelah bayi lahir
    6. Selamatan menanam ari-ari
    7. Selamatan pput puser

 

  1. DAFTAR NAMA-NAMA DARI A – Z

 

  1. KEHIDUPAN MANUSIA
    1. Sifat-sifat Windu, yakni
    2. Sifat-sifat dari neptu hari
    3. Sifat-sifat dari neptu pasaran
    4. Sifat Tahun pada Bulan
  2. CARA MENCARI WUKUDARI KELAHIRAN

 

  1. KARAKTER DAN CIRI MASING MASING WUKU

 

  1. ZODIAK HOROSKOP JAWA
    1. Kaso
    2. Karo
    3. Katelu
    4. Kapat
    5. Kalima
    6. Kanem
    7. Kapitu
    8. Kawolu
    9. Kasongo
    10. Kasadasa
    11. Saddha

 

  1. SIFAT DAN WATAK MANUSIA
    1. Berdasarkan Hari Kelahiran
    2. Berdasarkan Pasaran Hari Kelahiran
    3. Berdasarkan bulan Kelahiran
    4. Berdasarkan Tanggal Kelahiran

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

 

 

DAPATKAN SEGERA BUKU INI DI TOKO BUKU TERDEKAT SEPERTI GRAMEDIA, GUNUNG AGUNG, TOGA MAS DLL

GURU SEJATI SYEKH SITI JENAR, GURU SEJATI PEMIMPIN DALAM MAKRIFAT JAWA

10 November 2009 at 07:06 | In 5584 | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

siti jenar010JUDUL BUKU: GURU SEJATI SYEKH SITI JENAR, GURU SEJATI PEMIMPIN DALAM MAKRIFAT JAWA

PENERBIT: METROEPISTEMA

PENULIS: AHMAD MUNIR MULKAN

ISBN: 978-602-95293-0-2

TEBAL: 198 HAL

UKURAN: 14.5 X 21 CM

HARGA: 35.000,-

DISTRIBUTOR TUNGGAL:

CV. DIANDRA PRIMAMITRA MEDIA

0274-871159, 021-8508801, 031-5928869, 088802844621, 088802844622, 088802844623, 088802844624

Email: diandramitra@gmail.com

 

PENGANTAR PENULIS:

Adam mengenal dunia dan segala ada karena diberitahu Sang Maha Guru yaitu Allah, sehingga mengalahkan setan (ibus) saat diuji Tuhan ketika setan (iblis) protes mengapa Tuban mencipta manusia. Allah adalah Maha Guru, Maha Ilmu, Maha Tahu, dan Maha Kuasa serta Maha Memiliki. Berguru berarti usaha memperoleh, mengetahui, dan menguasal ilmu menjalani hidup lebih balk. Hubungan guru-murid demikian merupakan konsekuensi kehidupan seperti halnya Adam saat pertama kali hidup atau dihidupkan.
Begitulah Raja Mataram pertama, putra Ki Ageng Pengging ya Xi Kebokenongo adalah salah seorang murid Syekh Sill Jenar. Pada masa mudanya. Sultan yang bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah ing Tanah jawa itu, diambil sebagai anak angkat Ki Ageng Tingkir. Karena itu Ia juga dikenal dengan nama Joko Tingkir. Raja-raja jawa yang bertahta kemudian adalah merupakan keturunan Raja Matararn pertama yang cucu murid Siti Jenar itu.

Kehadiran Syekh Siti Jenar hampir selalu mengundang debat panjang tanpa ujung pangkal. DarI mana wall “pembangkang” ini berasal, sebagian menyebutnya dan Persia beraliran Syiah, ada yang menyebut dari India, tapi ada juga yang menyatakan wall di luar sistem pernerintahan resmi ml adalah keturunan resi dan Cirebon yang disepoto (disumpahi) lalu berbubah menjadi cacing. Suatu saat sang cacing ini secara tidak sengaja berguru ilmu gaib pada seorang wall ketika sedang mengajari muridnya di atas perahu di sebuah telaga. Syahdan sang guru itu mengetahui bahwa ada yang sedang mencuri dengar ilinu gaib yang diajarkan pada muridnya, si cacing pun berubab wujud menjadi manusia yang kemudian dikenal sebagai Syekh Siti Jenar.

Bagi rakyat kebanyakan, terutama dalam tradisi Jawa, Syekh Siti Jenar adalah sosok wali paling populer dan dipercaya sebagal guru suci atau guru sejati raja-raja sesudah Demak. Konon dalam mitos Syekh Siti jenar tetap jejer sebagai guru sejati atau guru suci hingga hari ini. Guru sejati demikian itu begitu akrab dalam kehidupan masyarakat. terutama di kalangan masyarakat Jawa.

Demikian pulalah Pak Harto (Alm. Jendral Besar Soeharto, Presiden RI ke II), konon mempunyai banyak guru yang tersebar di hampir setiap kawasan negeni ini. Dikabarkan Pak Harto memiliki laku meguru di berbagai tempat yang dipercaya oleh umum sebagal tempat “wingit” atau angker karena memiliki aura magis. Atas dasar berbagal pandangan atau rumor demikian itu maka Pak Harto dianggap banyak orang memiliki kekuatan linuwih. Namun demikian, hukum alam menentukan nasib akhir beliau yang kemudian wafat setelah beberapa tahun lengser keprabon oleh suatu kekuatan tak terduga dan tak terbayang sebelumnya.

Nah, bagaimana Siti Jenar menempatkan dan nggulowentah (membelajari) murid-muridnya? Apa nasehat Siti Jenar tentang sosok sang guru? Masalab ini akan dijelaskan dalam berbagai tulisan dalam buku ini. Pandangan Syekh Siti Jenar tentang dan Tuhan, memang sering menirnbulkan kesalahpahaman, tetapi jika dicermati secara hati-hati terdapat banyak kearifan di dalamnya. Demikian pula hubungan gagasan Syekh Lemah Abang tersebut dengan pandangan-pandangan dalam tradisi Jawa khususnya tentang pemimpin dan atau satrio.

Buku kumpulan tulisan ini pernah terbit dengan judul Makrifat Siti Jenar:  Teologi Pinggiran dalam Kehidupan Wong Cilik diterbitkan oleh Grafindo Khazanah llrnu, Jakarta tahun 2004. Buku dengan judul itu telah mengalami cetak ulang sebanyak 3 kali. Setelah mengalami editing disana-sini, buku ini kembali terbit dengan judul Guru Sejati Syekh Siti Jenar Guru Selati; Pemimpin dalam MakrifatJawa.

Beberapa uraian dalam buku ini pernah  dimuat dalam berbagal media cetak; Kompas, Republika, Jawa Pos, Tempo, Gatra, dan Suara Muhammadiyah. Selain itu ada juga beberapa tulisan yang pernah dimuat dalam jurnal perguruan tinggi. Sebagian lagi dituils untuk keperluan berbagai diskusi dalam beragam forum di banyak tempat. Artikel-artikel tersebut Sebagian mungkin bisa ditemukan dalam beberapa buku penulis yang sudah terbit sebelumnya.

sebagai sebuah kumpulan tulisan, tentu banyak gagasan yang diuraikan dalam satu bagaian seningkali muncul kembali dalam bagian yang lain. Namun jika pembaca bersedia menjadikan gagasan utama buku ini sebagai penjaring utama maka pembaca akan menemukan alur pikiran yang utuh seperti tencermin dalam judul buku.

 

DAPATKAN SEGERA BUKU INI DI TOKO BUKU TERDEKAT SEPERTI GRAMEDIA, GUNUNG AGUNG, TOGA MAS DLL

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.